Manifesto Redaksi: Klik Saat yang Lain Diam
Mari bicara jujur:
Bagi sebagian pejabat, wartawan bukan mitra demokrasi—melainkan hama. Pengganggu. Pembawa sial yang datang dengan mikrofon, catatan, dan pertanyaan yang “tidak sopan”.
Dan parahnya, sebagian pers justru membenarkan stigma itu.
Ada media yang menjadikan berita sebagai komoditas, liputan sebagai alat tekan, dan etika sebagai opsi opsional. Lalu publik diminta percaya, sementara media sendiri kerap lupa menjaga diri.
Kami muak dengan ironi itu.
Karena itu PLUSMINUS.CLICK hadir bukan untuk sekadar menjadi media, tetapi jadi tetangga yang tidak bisa pura-pura tidak melihat kebakaran di rumah sebelah.
Kami tidak alergi kritik. Kami menyediakan kanal untuk:
-
Mengomentari karya jurnalistik kami
-
Menguji niat liputan kami
-
Menegur perilaku jurnalis kami
-
Menampar kami dengan fakta kalau kami ngelantur
Jika kami salah, bilang. Kalau kami miring, luruskan.
Kami tidak butuh “dibela”, kami butuh diawasi.
Pers yang sehat bukan pers yang minta dihormati,
tapi pers yang siap ditelanjangi.
Kami tidak hadir untuk menjadi musuh pemerintah, tapi kami juga tidak akan memijat ego siapa pun.
Kami tidak memburu sensasi, tapi kami juga tidak akan duduk manis sambil menunggu kebenaran menelpon.
PLUSMINUS.CLICK berdiri untuk satu hal:
Jika ada yang harus terusik, biarlah ketidakadilan—bukan publik.
Salam CLICK,
— Redaksi