Aksi DIBATASI! Hubungi Redaksi Saja Wak.

peem.click — Media Catatan, Bukan Sekadar Viral
Menu Navigasi

EDITORIAL: Frustasi WDP: `Lo Jual, Gue Beli`

Buat yang mau belajar baca data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, di sini tempatnya!!

Hengky Yohanes
Hengky Yohanes | 19 Sep 2026
64 kali dibaca
EDITORIAL: Frustasi WDP: `Lo Jual, Gue Beli` Ilustrasi
Topik: #editorial


EDITORIAL REDAKSI ||
Oleh: Hengky Yohanes


Jujurly, tata kelola uang negara di daerah kita tuh lagi cringe banget. Status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK yang harusnya jadi bukti Pemda itu clean dan transparent, malah berubah fungsi jadi medali gengsi yang bisa ditransaksaian di bawah meja.

Berita tentang dipanggilnya Bupati PALI sama KPK gara-gara dugaan skandal pengkondisian opini BPK benar-benar bikin geleng-geleng kepala.

PALI yang udah langganan dapet status WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dari dulu, kayanya udah frustrasi berat. Bukannya bebenah internal, eh malah diduga nyari jalan pintas: pake jurus "lo jual gue beli" sama oknum BPK demi stempel WTP.

Padahal, kalau kita spill dan bedah isi LHP BPK TA 2025, borok anggaran di PALI itu udah overdose banget dan mustahil ditutup-tutupi:

  • Proyek Lampu Jalan yang Problematic: Berkas perencanaannya aja sampai disita sama Kejari. Ini udah bukan red flag lagi, tapi udah red carpet menuju tindak pidana!
  • Proyek Jalan "Ghoib": Pengerjaan jalan di Simpang Tais nekat jalan tanpa perikatan/kontrak sah. Like, seriously? Main terabas hukum gitu aja?
  • Uang Retribusi "Numpang Lewat": Hasil retribusi Hotel Srikandi dipake langsung tanpa masuk kas daerah, plus ada insiden uang di brankas hilang. Real vibes penggelapan.
  • Flexing Perjalanan Dinas: Di saat pusat nyuruh hemat, anggaran dinas di Sekwan & Setda malah melesat naik puluhan miliar. Out of topic banget sama kondisi rakyat.
Kelihatan kan benang merahnya? Sistem pengendaliaan internalnya udah broken parah, penyimpangan di mana-mana, tapi pengen Kelihatan glowing berstempel WTP. Makanya, survival mode-nya ya dugaan lobi-lobi "pemutihan dosa".


Ini tuh ngebuktiin dua hal yang toxic banget:

  1. Penyakit Fetish WTP: Pemda cuma ngejar predikat WTP cuma buat pencitraan politik dan nyari Dana Insentif (DID). Yang penting looks good di medsos, peduli setan sama infrastruktur yang hancur dan kas yang bocor.
  2. Pengawas yang Ikut Cuan: Oknum BPK yang harusnya jadi 'polisi anggaran' malah jualan "jasa sulap laporan". Kalau pengawas sama yang diawasin udah bestie-an buat manipulasi, ya finish sudah!
Langkah KPK buat ngusut tuntas skandal ini udah paling bener. Biar jadi shock therapy buat pejabat lain yang hobi beli reputasi pakai uang rakyat.
Pesan moralnya simpel: Gak usah sok-sokan ngejar status WTP kalau jeroannya masih penuh korupsi. Soalnya sebalam apapun bedak WTP yang dibeli, bau bangkainya bakal tetep kecium juga! 


Video Terkait

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

📢 **Media Siber PLUSMINUS** berdiri mandiri dan tidak main iklan untuk keberlangsungan kerja jurnalistiknya. Dukung ruang independen ini lewat DONASI mu wak! 🙏

Salurkan Donasi Terbaikmu

Terima kasih orang-orang baik! 🙏

Scan QRIS / QR Code di bawah ini
Scan QR / DANA di bawah ini
QR Donasi DANA
Scan pakai aplikasi DANA, GoPay, atau QRIS lainnya
Bisa pakai GoPay, OVO, DANA, BCA, QRIS, dll
Bank Mandiri a.n. HENGKY YOHANES
1120017879193
Konfirmasi via WhatsApp 💬