Aksi DIBATASI! Hubungi Redaksi Saja Wak.

peem.click — Media Catatan, Bukan Sekadar Viral
Menu Navigasi

Pilihan Salsa di Atas Ring Tinju Bukan Lantai Dansa

Lantai dansa baginya bukan panggung berlampu, melainkan kanvas yang harus dia `lukis` dengan keringat dan darah lawannya

Admin Clicker
Admin Clicker | 05 Sep 2026
310 kali dibaca
Logo BERITA INI TERSEDIA VERSI AUDIO
Pilihan Salsa di Atas Ring Tinju  Bukan Lantai Dansa Salsabillah - Ring Tinju Panglima TNI CUP
Thumbnail Audio
NOW PLAYING Starla
Pilihan Salsa Di Atas Ring Tinju
00:00
00:00
Daftar Rekaman 1 Audio
  • 01
    Pilihan Salsa Di Atas Ring Tinju
Topik: #komunitas

Kalau denger nama "Salsa", pikiran kebanyakan orang mungkin langsung nge-link ke cewek-cewek luwes yang lagi vibing di lantai dansa atau bikin konten dance viral di TikTok. Tapi, buang jauh-jauh bayangan itu kalau kamu lagi ngomongin Salsabillah. Cewek kelahiran November 2004 ini punya core hidup yang beda jalur ekstrem.

Bukannya asyik goyang di atas lantai dansa, dara asal Jalan Korpri Raya, Kota Bengkulu, ini justru lebih akrab sama bau keringat, suara hantaman samsak, dan kerasnya matras ring tinju. Anak kedua dari empat bersaudara ini membuktikan kalau cewek juga bisa jadi main character di arena olahraga yang terkenal paling garang.

Dari Iseng Berujung Ketagihan

Perjalanan Salsa nyemplung ke dunia tinju bukan karena grand plan yang ribet atau ikut-ikutan tren. Semuanya pure gara-gara rasa penasaran pas pertama kali nginjakkan kaki di sasana.

"Awalnya cuma penasaran, datang latihan ke sasana, terus ketagihan sama rasanya pas mukul samsak,"
cerita mahasiswi Universitas Dehasen Bengkulu ini santai.

Dari hobi iseng nge-punch samsak, insting petarungnya langsung on. Tahun 2020, ia resmi mutusin buat commit total dan serius masuk jalur atlet tinju amatir. Tentunya, perjalanan ini nggak bakal mulus kalau nggak dapat full support dari orang tua dan pelatih setianya yang selalu ngingetin kalau kalah itu cuma bagian dari proses buat jadi makin jago.

Work-Life Balance Versi Atlet: Kuliah Ketat, Latihan Berat

Jalanin hari-hari sebagai mahasiswi aktif sekaligus atlet tinju itu aslinya exhausting parah. Tapi Salsa punya cara sendiri buat survive lewat manajemen waktu yang rapi jali. Pagi sampai siang dipakai buat ngampus di Universitas Dehasen Bengkulu, lanjut sore harinya langsung tancap gas latihan fisik di sasana.

Menu latihannya juga nggak main-main dan konsisten dijalanin: mulai dari lari 5 km, skipping, shadow boxing, sparring, sampai push-up dan sit-up. Belum lagi harus ketat jaga pola makan, plus wajib tidur jam 9 malam biar badan tetep fit.

Kalau lagi di fase capek dan burnout, resep mentalnya simpel tapi ngena banget:

"Saya ingat lagi alasan awal kenapa mulai. Tiap mau nyerah ingat lagi tujuan dan targetnya apa."
Valid banget buat ditiru, kan?

Flexing Prestasi: Bawa Pulang Emas Buat Bengkulu

Segala rasa capek, keringat, dan pengorbanan itu akhirnya kebayar lunas pas Salsa sukses nyabet juara 1 alias medali emas di Kejuaraan Tinju Amatir Piala Danlanud Belitung 2026.

Buat dia, medali emas itu bukan sekadar pajangan buat nambah aesthetic profil media sosial, tapi bukti nyata kalau anak daerah juga bisa flexing prestasi keren di level nasional.

"Medali itu bukan cuma buat saya pribadi. Itu bukti kalau anak Bengkulu juga bisa berprestasi di tingkat nasional. Semoga bisa jadi motivasi buat adik-adik di sasana biar lebih semangat latihan,"
ungkapnya.

Low Key tapi Tetap Humble

Di atas ring, mentalnya emang galak, berani, dan pantang ciut. Kalau ketemu lawan yang tangguh, rasa takutnya nggak bikin dia mundur, tapi malah di-switch jadi bahan bakar semangat.

Tapi di luar ring, prinsip hidupnya tetep down to earth dan chill:

"Di ring kita lawan, selesai pertandingan kita pelukan. Tinju ngajarin aku disiplin, tanggung jawab, dan rendah hati. Kuat itu bukan cuma otot, tapi juga kepala dingin."

Next Level: Target PON!

Langkah Salsa masih panjang banget ke depan. Target besarnya sekarang udah dikunci rapat: pengen tembus PON dan bawa pulang podium juara buat tanah kelahirannya.

Buat kamu para gen Z atau anak muda di Bengkulu yang kadang masih sering insecure gara-gara fasilitas terbatas, ini pesan penutup dari Salsa:

"Buat adik-adik di Bengkulu: jangan minder sama fasilitas. Alat terbatas bisa diakalin sama semangat. Mulai aja dulu. Gagal itu bagian dari proses. Kalau bukan kita yang banggain daerah kita, siapa lagi?"



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

📢 **Media Siber PLUSMINUS** berdiri mandiri dan tidak main iklan untuk keberlangsungan kerja jurnalistiknya. Dukung ruang independen ini lewat DONASI mu wak! 🙏

Salurkan Donasi Terbaikmu

Terima kasih orang-orang baik! 🙏

Scan QRIS / QR Code di bawah ini
Scan QR / DANA di bawah ini
QR Donasi DANA
Scan pakai aplikasi DANA, GoPay, atau QRIS lainnya
Bisa pakai GoPay, OVO, DANA, BCA, QRIS, dll
Bank Mandiri a.n. HENGKY YOHANES
1120017879193
Konfirmasi via WhatsApp 💬