Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3), menyampaikan kegelisahan ini sebagai catatan kewarasan.
Bukan teriakan, bukan tudingan, melainkan rangkaian pertanyaan.
Pengelolaan anggaran semestinya berangkat dari perencanaan.
Namun yang berulang terlihat justru penyesuaian demi pembenaran.
Dokumen rapi, prosedur lengkap, tetapi makna kabur dalam pelaksanaan.
Pola kebijakan hadir dengan alasan yang seragam.
Tahun sama, kebutuhan setara, namun perlakuan dibedakan.
Di titik itu, akal sehat mulai kehilangan keseimbangan.
Diskresi diposisikan sebagai ruang kewenangan.
Ketika ruang itu melebar tanpa pengendalian,
diskresi berisiko bergeser menjadi praktik yang menjauh dari kepentingan.
Kami tidak sedang menyusun tuduhan.
Kami sedang mencatat kecenderungan.
Karena pola yang dibiarkan berulang akan membentuk kebiasaan.
Anak muda belajar dari apa yang dipertontonkan.
Ketika anggaran diperlakukan sebagai alat penyesuaian,
pelajaran yang diterima adalah keluwesan tanpa pertanggungjawaban.
PALI tidak kekurangan slogan dan pernyataan.
Yang dibutuhkan adalah ketegasan dalam pengelolaan.
Sebab anggaran bukan sekadar angka, melainkan arah dan masa depan pembangunan.
Atas dasar itu, AP3 mendorong adanya penelaahan.
Bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan memastikan keteladanan.
Agar pengelolaan hari ini tidak menjadi penyesalan di kemudian hari
Disampaikan saat orasi di Gedung KPK RI di Jakarta - Kamis, 18 Desember 2025


Tulis Komentar