Aksi DIBATASI! Hubungi Redaksi Saja Wak.

peem.click — Media Catatan, Bukan Sekadar Viral
Menu Navigasi

Drama Anggaran PALI: Anak Muda Belajar dari Contoh yang Mereka Lihat

Skema tata kelola anggaran di PALI sudah masuk kriteria berpola, bukan satu dua kali, tapi berkali-kali.

Admin Clicker
Admin Clicker | 18 Des 2025
66 kali dibaca
Drama Anggaran PALI: Anak Muda Belajar dari Contoh yang Mereka Lihat Aksi Massa AP3 di Gd. KPK RI
Topik: #jakarta

JAKARTA - PLUSMINUS ||
18 Desember 2025


Hujan tak menghentikan Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3) untuk menggelar aksi damai di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (18/12/2025). Spanduk-spanduk satir dibentangkan, seolah memberi peringatan halus:

“Jangan ajarkan anak muda meniru drama anggaran yang rapi di kertas tapi absurd di logika.”

Sorotan utama aksi ini adalah pengadaan kendaraan dinas di PALI, yang menurut AP3 hanyalah “simbol legalisasi drama anggaran”. Koordinator Aksi, Abu Rizal, menegaskan bahwa anak muda datang bukan karena mobil, tetapi karena pola pengelolaan anggaran yang sama sekali tidak konsisten.

“Mobil dinas itu cuma pajangan. Yang lucu, alasannya selalu sama, tapi perlakuannya bisa berbeda-beda. Seolah logika bisa libur panjang,” kata Abu Rizal sambil menunjuk spanduk bertuliskan “PALI MAJU jadi PALI MALU”.

AP3 menyoroti penggunaan diskresi anggaran yang kian lentur. Menurut mereka, diskresi yang seharusnya menyelesaikan masalah kini justru menjadi alat pembenaran yang stylish.

“Kalau setiap kejanggalan bisa diselesaikan dengan diskresi, berarti akal sehat memang tidak wajib dimiliki publik. Ini level hiburan gratis buat anak muda, tapi sayangnya, teladannya buruk,” ujarnya dengan nada setengah bercanda.

Anak muda PALI tampak menikmati hujan yang turun, sambil memegang spanduk bertuliskan:

“Anak Muda Belajar Dari Teladan, Bukan Pembenaran”.
Pesan itu jelas: generasi baru tidak ingin meniru contoh yang keliru, walau sistem terus memertontonkan drama.

“Hari ini mobil dinas, besok kegiatan lain. Pola tetap sama. Kalau ini dianggap pembelajaran, maka masa depan generasi kami sedang diuji dengan ujian absurd,”
kata Abu Rizal.

Pantauan PLUSMINUS, aksi berlangsung tertib. Namun pesan yang disampaikan tajam: pengelolaan anggaran bukan sekadar angka di dokumen, tapi cerminan etika dan teladan publik. Anak muda PALI menegaskan, mereka tidak ingin tumbuh di ruang publik yang mengajarkan bahwa segala hal bisa dibenarkan asal prosedurnya lengkap.


Teks/Foto: ADAM RAMZI
Editor: HENGKY YOHANES

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

📢 **Media Siber PLUSMINUS** berdiri mandiri dan tidak main iklan untuk keberlangsungan kerja jurnalistiknya. Dukung ruang independen ini lewat DONASI mu wak! 🙏

Salurkan Donasi Terbaikmu

Terima kasih orang-orang baik! 🙏

Scan QRIS / QR Code di bawah ini
Scan QR / DANA di bawah ini
QR Donasi DANA
Scan pakai aplikasi DANA, GoPay, atau QRIS lainnya
Bisa pakai GoPay, OVO, DANA, BCA, QRIS, dll
Bank Mandiri a.n. HENGKY YOHANES
1120017879193
Konfirmasi via WhatsApp 💬